
strawberry
Food As Medichine
This is very good.
HEADACHE? EAT FISH!
Eat plenty of fish -- fish oil helps prevent headaches.
So does ginger, which reduces inflammation and pain.
HAY FEVER? EAT YOGURT!
Eat lots of yogurt before pollen season.
Also-eat honey from your area (local region) daily.
INSOMNIA (CAN'T SLEEP?) HONEY!
Use honey as a tranquilizer and sedative.
ASTHMA? EAT ONIONS!!!!
Eating onions helps ease constriction of bronchial tubes. (when I was young, my mother would make onion packs to place on our chest, helped the respiratory ailments and actually made us breathe better).
ARTHRITIS? EAT FISH, TOO!!
Salmon, tuna, mackerel and sardines actually prevent arthritis. (fish has omega oils, good for our immune system)
UPSET STOMACH? BANANAS - GINGER!!!!!
Bananas will settle an upset stomach.
Ginger will cure morning sickness and nausea.
BLADDER INFECTION? DRINK CRANBERRY JUICE!!!!
High-acid cranberry juice controls harmful bacteria.
BONE PROBLEMS? EAT PINEAPPLE!!!
Bone fractures and osteoporosis can be prevented by the manganese in pineapple.
PREMENSTRUAL SYNDROME? EAT CORNFLAKES!!!!
Women can ward off the effects of PMS with cornflakes, which help reduce depression, anxiety and fatigue.
MEMORY PROBLEMS? EAT OYSTERS!
Oysters help improve your mental functioning by supplying much-needed zinc.
COLDS? EAT GARLIC!
Clear up that stuffy head with garlic. (remember, garlic lowers cholesterol, too.)
COUGHING? USE RED PEPPERS!!
A substance similar to that found in the cough syrups is found in hot red pepper. Use red (cayenne) pepper with caution-it can irritate your tummy.
BREAST CANCER? EAT Wheat, bran and cabbage
Helps to maintain estrogen at healthy levels.
LUNG CANCER? EAT DARK GREEN AND ORANGE AND VEGGIES!!!
A good antidote is beta carotene, a form of Vitamin A found in dark green and orange vegetables
ULCERS? EAT CABBAGE ALSO!!!
Cabbage contains chemicals that help heal both gastric and duodenal ulcers.
DIARRHEA? EAT APPLES!
Grate an apple with its skin, let it turn brown and eat it to cure this condition. (Bananas are good for this ailment)
CLOGGED ARTERIES? EAT AVOCADO!
Mono unsaturated fat in avocados lowers cholesterol.
HIGH BLOOD PRESSURE? EAT CELERY AND OLIVE OIL!!!
Olive oil has been shown to lower blood pressure.
Celery contains a chemical that lowers pressure too.
BLOOD SUGAR IMBALANCE? EAT BROCCOLI AND PEANUTS!!!
The chromium in broccoli and peanuts helps regulate insulin and blood sugar.
Kiwi: Tiny but mighty. This is a good source of potassium, magnesium, Vitamin E & fiber. It's Vitamin C content is twice that of an orange.
Apple: An apple a day keeps the doctor away? Although an apple has a low Vitamin C content, it has antioxidants & flavonoids which enhances the activity of Vitamin C thereby helping to lower the risks of colon cancer, heart attack & stroke.
Strawberry: Protective fruit. Strawberries have the highest total antioxidant power among major fruits & protects the body from cancer causing, blood vessels clogging free radicals. (Actually, any berry is good for you..they're high in anti-oxidants and they actually keep us young........blueberries are the best and very versatile in the health field........they get rid of all the free-radicals that invade our bodies)
Orange: Sweetest medicine. Taking 2 - 4 oranges a day may help keep colds away, lower cholesterol, prevent & dissolve kidney stones as well as lessen the risk of colon cancer.
Watermelon: Coolest Thirst Quencher. Composed of 92% water, it is also packed with a giant dose of glutathione which helps boost our immune system. They are also a key source of lycopene - the cancer fighting oxidant. Other nutrients
found in watermelon are Vitamin C & Potassium. (watermelon also has natural substances [natural SPF sources] that keep our skin healthy, protecting our skin from those darn suv rays)
Guava &Papaya: Top awards for Vitamin C. They are the clear winners for their high Vitamin C content. Guava is also rich in fiber which helps prevent constipation. Papaya is rich in carotene, this is good for your eyes. (also good for gas and indigestion)
Tomatoes are very good as a preventative measure for men, keeps those prostrate problems from invading their bodies.
Sepi-nyah
Alooo semuah... pha kabar dunia?? tetep asiiiiiiiiikkkkkkkkkkkkk....
gag pernah pada posting lagi ya... sibuk dengan postingan masing-masing keknya..
ada beberapa hal menarik dari postingan member blogfam... pada belajar masak semua keknya ya... hehehehee... vi3 juga ngikutan masak juga.. jalan2 ke blog-blog member blogfam bikin laper... sumpeh deh... maknyak dengan berbagai macam hidangannya... mbak Syl dengan stroberinya.. mbak ika dengan acar kuningnya dan rendang ayamnya... trus mbak edhish dengan yakitori-nya.. wow sedap semua keknya.. bisa tuker-tukeran resep... bagus jugalah.. buat referensi kalo ntar married... :)
bravo blogger family...
Slamat pagi....
Maaci yack tante maknyak.. udah impit chibi kesinih.. bTw, emang forumna kna apah? kayakna fine fine ajah tu...? (kayaknya loo..) tapih yach gvv sih... chibi boleh link in yach tante maknyak ?? boleh kaann....Ayo smuana bangun!! bangun pagi-pagi itu enakk loo.... ayo bangunn.....
Thanx
Makasih buat maknyak yg dah ngundang aku untuk bisa posting di blogfam... makasih juga buat semua penduduk blogfam..... senang bisa kenal sama kalian .... :)
Matikan saja TV nya!
Saya baru saja mendapatkan Forward sebuah email yang membahas dampak TV bagi perkembangan anak-anak. Bagaimana menurut pendapat bloggerfamiliers? begini isi email tsb:
MATIKAN SAJA TV ANDA
Kedengarannya ekstrem. Tapi ini salah satu saran seorang dokter spesialis anak asal Amerika kepada para orang tua agar perkembangan otak dan kemampuan anak berkembang dengan baik.
Kalau anak-anak dibiarkan bebas sebebas-bebasnya menonton TV, video,
dan main game di komputer, apa yang terjadi terhadap pertumbuhan dan
kemampuan belajar mereka?
Itulah pertanyaan yang mengusik benak Susan R. Johnson, M.D., dokter
spesialis anak asal San Francisco dan pernah mendalami ilmu
kesehatan anak yang berkaitan dengan perilaku dan perkembangan. "Ratusan anak mengalami kesulitan berkonsentrasi pada pekerjaan, dan melakukan gerakan motorik kasar maupun halus.
Kebanyakan mereka memenemui kesulitan dalam berhubungan dengan orang
dewasa dan kelompok seusianya," paparnya.
Semula ia menduga, itu melulu akibat tayangan di televisi yang sering menampilkan kekerasan (terutama film kartun) dan semua iklan ditujukan pada mereka. Tetapi, baru semenjak kelahiran anaknya enam tahun lalu ia berhadapan dengan dampak yang sesungguhnya. Saat bermain di luar, jelas Susan, anaknya bisa asyik mengamati binatang kecil atau serangga, bikin mainan dari ranting dan batu, atau main air dan pasir. Ia tampak begitu damai dengan dirinya, tubuhnya, dan lingkungannya.
Tetapi begitu di depan TV, ia begitu cuek dengan si ibu maupun lingkungannya. "Waktu saya matikan TV-nya, ia gelisah, senewen, dan selalu berteriak minta dinyalakan lagi. Tingkah polahnya kacau dan gerakan-gerakannya impulsif. Boro-boro bikin kreasi sendiri, ia justru meniru saja apa yang dilihatnya di
TV dengan gerakan yang tidak kreatif, kaku, dan diulang-ulang."
Saat berusia 3,5 tahun, dia ajak anaknya mengunjungi sepupunya naik
pesawat. Di pesawat diputar film Mission: Impossible. Kebetulan mereka tidak kebagian earphone sehingga yang tertangkap ha nya gambarnya. Tapi justru karena itulah, "Ia mendapat mimpi buruk dan takut pada api atau bunyi ledakan selama enam bulan setelahnya, dan perilakunya berubah." Setahun kemudian ia meneliti enam orang anak berusia 8 - 11 tahun yang semuanya memiliki kesulitan membaca di Pusat Kesehatan Sekolah.
Menurut Susan, "Kalau saya tunjukkan sejumlah huruf lalu saya minta
mengenali huruf tertentu, mereka dapat melakukannya. Tapi kalau saya
tidak menunjukkan apa-apa - berarti tanpa masukan visual - lalu saya
suruh menuliskan huruf tertentu, mereka tidak bisa."
Timbul pertanyaan, apa yang terjadi pada anak yang sedang tumbuh dan
berkembang jika mereka dipapari rangsangan audio dan visual pada saat bersamaan? Berapa banyak kemampuan otak yang hilang atau bahkan
tidak berkembang akibat kebiasaan itu?
Tiga tahap perkembangan otak
Kemampuan anak ibarat benih yang perlu dipelihara dan dipupuk agar
tumbuh dengan baik. Kalau lingkungan tidak memberikan pemeliharaan
dan perlindungan terhadap rangsangan yang berlebihan, maka potensi
serta kemampuan-kemampuan tertentu tidak dapat terwujud.
Anak dilahirkan dengan 10 miliar neuron (sel syaraf) di otaknya.
Tiga tahun pertama sejak lahir merupakan periode di mana miliaran
sel glial terus bertambah untuk memupuk neuron. Sel-sel syaraf ini
dapat membentuk ribuan sambungan antarneuron yang disebut dendrite
yang mirip sarang laba-laba, dan axon yang berbentuk memanjang.
Otak anak usia 6 - 7 tahun besarnya dua pertiga otak orang dewasa, tapi memiliki 5 - 7 kali lebih banyak sambungan antarneuron daripada otak anak usia 18 bulan atau orang dewasa. Otak mereka memang punya kemampuan besar untuk menyusun ribuan sambungan antarneuron. Namun, kemampuan itu berhenti pada umur 10 - 11 tahun jika tidak dikembangkan atau digunakan.
Saat itu enzim tertentu dilepaskan dalam otak dan melarutkan semua
jalur atau "urat" syaraf (pathways) yang tidak termielinasi dengan baik (mielinasi adalah proses pembungkusan jalur syaraf dengan myelin yang berujud protein-lemak).
Perkembangan otak anak yang sedang tumbuh melalui tiga tahapan, mulai dari otak primitif (action brain), otak limbik (feeling brain), dan akhirnya ke neocortex (atau disebut juga thought brain, otak pikir). Meski saling berkaitan, ketiganya punya fungsi sendiri- sendiri. Otak primitif mengatur fisik kita untuk bertahan hidup, mengelola gerak refleks, mengendalikan gerak motorik, memantau
fungsi tubuh, dan memproses informasi yang masuk dari pancaindera.
Saat menghadapi ancaman atau keadaan bahaya, bersama dengan otak limbik, otak primitif menyiapkan reaksi "hadapi atau lari" (fight or flight response) bagi tubuh. "Kita akan bereaksi secara fisik dan emosi lebih dulu sebelum otak pikir sempat memproses informasi," papar dr. Susan.
Otak limbik memproses emosi seperti rasa suka dan tidak suka, cinta dan benci. Otak ini sebagai penghubung otak pikir dan otak pri mitif. Maksudnya, otak primitif dapat diperintah mengikuti kehendak otak pikir, di saat lain otak pikir dapat "dikunci" untuk tidak melayani otak limbik dan primitif selama keadaan darurat, yang nyata maupun yang tidak.
Sedangkan otak pikir, yang merupakan bentuk daya pikir tertinggi dan bagian otak yang paling objektif, menerima masukan dari otak primitif dan otak limbik. Namun, ia butuh waktu lebih banyak untuk memproses informasi, termasuk image, dari otak primitif dan otak limbik. Otak pikir juga merupakan tempat bergabungnya pengalaman, ingatan, perasaan, dan kemampuan berpikir untuk melahirkan gagasan dan tindakan.
Mielinasi saraf otak berlangsung secara berurutan, mulai dari otak primitif, otak limbik, dan otak pikir. Jalur syaraf yang makin sering digunakan membuat mielin makin menebal. Makin tebal mielin, makin cepat impuls syaraf atau perjalanan sinyal sepanjang "urat" syaraf. Karena itu, anak yang sedang tumbuh dianjurkan menerima masukan dari lingkungannya sesuai dengan perkembangannya.
Di samping itu, anak juga membutuhkan pengalaman yang merangsang
pancaindera. Namun, indera mereka perlu dilindungi dari rangsangan yang berlebihan karena anak-anak itu ibarat sepon. "Mereka menyerap apa saja yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, dan disentuh dari lingkungan mereka. Kemampuan otak mereka untuk memilah atau menyaring pengalaman rasa yang tidak menyenangkan dan berbahaya belum berkembang," papar Susan.
Rangsangan dan perkembangan indera itu pada gilirannya akan mengembangkan bagian tertentu dari otak primitif yang disebut reticular activating system (RAS). RAS ini pintu masuk di mana kesan yang ditangkap setiap indera saling berkoordinasi sebelum diteruskan ke otak pikir. RAS merupakan wilayah di otak yang membuat kita mampu memusatkan perhatian. Kurangnya stimulasi, atau sebaliknya stimulasi yang berlebihan, ditambah lagi dengan gerakan motorik kasar dan halus yang tidak berkembang secara baik, bisa menyebabkan ru saknya perhatian terhadap lingkungan.
Sebelum anak berusia empat tahun, otak primitif dan otak limbik sudah 80% termielinasi. Setelah umur 6 - 7 tahun mielinasi bergeser ke otak pikir.
Awalnya dari belahan otak kanan yang antara lain bertugas merespons
citra visual. Ketika menonton TV, belahan otak kanan inilah yang paling dominan kerjanya. Sedangkan ketika membaca, menulis, dan berbicara, belahan otak kiri yang dominan. Tugas utama otak kiri ialah berpikir secara analitis dan menyusun argumen logis langkah demi langkah. Ia menganalisis suara dan makna bahasa (misalnya, kemampuan mencocokkan suara dengan alfabet), juga mengelola keterampilan otot halus.
Pentingnya aktivitas motorik kasar
Kedua belahan otak itu dijembatani oleh bundel "urat" syaraf yang disebut corpus collosum. Sisi kanan dan kiri tubuh saling berkoordinasi melalui jembatan ini. Aktivitas motorik kasar seperti lompat tali, memanjat, lari, serta aktivitas motorik halus macam menggambar, merenda , membuat origami, dan bikin kue merupakan akitivitas penting bagi proses mielinasi C. collosum. Jalur ini memungkinkan kemampuan berpikir analitis (otak kiri) dan intuitif
(otak kanan) untuk saling mempengaruhi. Sejumlah ahli neuropsikologi
percaya, buruknya perkembangan jembatan ini mempengaruhi komunikasi
efektif antara belahan otak kanan dan kiri. Diduga, inilah penyebab
timbulnya kesulitan perhatian dan belajar pada anak.
Pertanyaannya kemudian, apa kerugian otak dengan menonton televisi?
Televisi sesungguhnya hanya memberikan informasi kepada dua indera:
mata dan telinga. Padahal ketajaman visual dan pandangan tiga
dimensional pada anak belum berkembang sepenuhnya sampai usia empat
tahun. Gambar yang dihasilkan layar televisi itu gambar dua dimensi,
tidak fokus dan kabur karena tersusun dari titik-titik sinar. Itu
membuat mata anak-anak harus memaksa diri agar gambar menjadi jelas.
Televisi, juga barang elektronik lain, memanca rkan gelombang
elektromagnetik. Maka disarankan, posisi menonton setidaknya 120 cm
dari TV dan 45 cm dari layar komputer.
Sistem visual yang meliputi kemampuan mencari (search out), memindai
(scan), memfokus, dan mengidentifikasi apa yang masuk ke bidang
pandang, terganggu oleh kegiatan menonton TV. Padahal keterampilan
visual ini perlu dikembangkan dalam kaitannya dengan membaca
efektif. Saat menonton, pupil mata anak tidak melebar, dan nyaris
tidak ada gerakan mata yang justru penting dalam kegiatan membaca.
Mata dituntut terus bergerak dari kiri ke kanan halaman saat membaca.
Kemampuan untuk memusatkan perhatian juga mengandalkan sistem visual
ini. Sementara itu gambar-gambar televisi yang berubah secara cepat
tiap 5 - 6 detik pada kebanyakan tayangan acara dan 2 - 3 detik pada
iklan, membuat otak pikir tidak punya kesempatan memproses image.
Padahal otak pikir perlu 5 - 6 detik untuk memproses gambar begitu
mendapat stimulus.
Sebabkan kecemasan kronis
Membaca buku, berjalan-jalan di alam, atau bercakap dengan orang
lain - di mana anak punya kesempatan untuk merenung dan berpikir -
jauh lebih mendidik daripada menonton TV. Kegiatan ini meniadakan
pengalaman berharga itu. Menonton TV merupakan pekerjaan tanpa
akhir, tanpa tujuan, dan tak bikin "kenyang". Tidak seperti makan
dan tidur yang bisa bikin perut kenyang dan badan tidak capek lagi,
menonton TV tidak ada ujungnya. "TV membuat anak ingin terus
menonton tanpa pernah merasa puas," ungkap Susan.
Bagaimana dengan Sesame Steet, misalnya? Bukankah acara itu mendidik
dan di sana anak diajari cara membaca?
Sesame Street dan kebanyakan acara televisi untuk anak, papar Susan,
meletakkan belahan otak kiri dan sebagian belahan otak kanan ke
dalam gelombang alfa (slow wave of inactivity). Televisi membius
fungsi-fungsi otak pikir dan merusak keseimbangan serta interaksi
antara belahan otak kir i dan kanan.
Secara umum, membaca menghasilkan gelombang beta cepat dan aktif,
sedangkan menonton televisi meningkatkan gelombang alfa lambat di
belahan otak kiri dan kanan. Belahan kiri merupakan pusat penting
dalam kegiatan membaca, menulis, dan berbicara. Otak kiri merupakan
tempat di mana simbol-simbol abstrak (misalnya huruf-huruf alfabet)
dikaitkan dengan bunyi. Sumber cahaya televisi yang berpendar dan
bergetar diduga ada kaitannya dengan meningkatnya aktivitas
gelombang lambat itu.
Otak primitif tidak dapat membedakan mana gambar riil dan mana
gambar di TV karena penglihatan merupakan tanggung jawab otak pikir.
Karena itu, ketika TV menayangkan gambar-gambar close-up dan gambar-
gambar bercahaya secara tiba-tiba, otak primitif bersama otak limbik
segera menyiapkan respons "hadapi atau lari" dengan melepaskan
hormon dan bahan kimia ke seluruh tubuh. Degup jantung dan tekanan
darah naik. Darah yang mengalir ke otot-otot anggot a badan
meningkat, bersiap-siap menghadapi keadaan bahaya. Karena itu
terjadi dalam tubuh tanpa diikuti gerakan-gerakan yang sesuai dari
anggota badan, maka acara-acara TV tertentu sesungguhnya
meletakkan kita ke dalam suatu keadaan stres atau kecemasan kronis.
Berbagai studi menunjukkan, pada orang dewasa yang mengalami stres
kronis pertumbuhan belahan otak kirinya terhenti (atrophy).
Ketika otak anak dipapari rangsangan visual sekaligus suara, yang
diserap hanyalah visualnya. Ilustrasi tentang fenomena ini dapat
dilihat pada sekelompok anak (6 - 7 tahun) yang disuguhi tontonan
video yang suaranya tidak sesuai dengan gerakan visualnya. Begitu
ditanya, mereka tidak ngeh kalau suara dan gambarnya tidak klop. Itu artinya, mereka tidak menyerap isi tontonannya. Begitu pula dengan Sesame Street.
Inteligen hati
Namun, masih ada yang berkilah, "Apa salah memanfaatkan televisi
sekadar untuk hiburan? Saya suka menonton film-film Disney macam
Snow White." Televisi memiliki efek begitu dalam terhadap kehidupan
perasaan atau jiwa kita. Menonton televisi membuat kita terlepas
dari kehidupan nyata. Di kursi yang nyaman di ruang yang sejuk
dengan banyak makanan, kita duduk menonton para tunawisma, orang
kelaparan atau menderita di layar kaca. Kita tersentuh melihat nasib
mereka, tetapi tidak berbuat apa-apa. Orang boleh bilang, membaca
buku pun dapat membangkitkan perasaan serupa tanpa berbuat apa-apa.
Namun, menurut dr. Susan, saat sedang membaca buku (yang tidak
banyak gambarnya), pikiran bisa berimajinasi dan punya kesempatan
memikirkannya. Pikiran itu dapat menggiring anak kepada gagasan
yang menimbulkan inspirasi untuk melakukan sesuatu. Televisi tidak
begitu."
"Kita tidak akan lupa dengan apa yang pernah kita lihat. Otak limbik
dihubungkan dengan memori, dan gambar di TV kita ingat entah secara
sadar, tanpa sadar, atau bawah sadar. Maka, kita hampir tidak
mungkin menciptakan imajinasi tentang Snow White dari buku cerita
jika kita sudah pernah menonton filmnya. Sebaliknya, orang sering
kecewa ketika menonton film setelah membaca bukunya. Imajinasi kita
itu jauh lebih kaya daripada apa yang dapat ditunjukkan di layar
film," papar dr. Susan.
Ketika menonton televisi, anak-anak tidak menggunakan imajinasi sama
sekali. Itu berarti bagian tertentu di otak pikir untuk menciptakan
gambaran (yang merupakan fondasi bagi angan-angan, intuisi,
inspirasi, dan imajinasi), kurang dilatih. Kita dibekali kemampuan
yang disebut heart intelligence yang perlu dikembangkan antara lain
dengan berinteraksi dengan orang lain. "Kita mengalami bahasa
nonverbal mereka, misalnya bagaimana ia bergerak, bagaimana nada
suaranya, apakah ia menatap ke arah lain saat bicara. Inilah cara
kita belajar melihat konsistensi antara isyarat verbal dan nonverbal
untuk menemukan kebenaran," jelas dr. Susan. Televisi tidak bisa
mengembangkan kemampuan itu. (*/HK)
Lima saran
Berikut ini beberapa saran dari Susan R. Johnson, M.D.
1. Matikan televisi sesering mungkin. Jauhkan anak dari TV
sampai ia berusia 12 tahun. Dorong mereka selalu membaca buku dulu sebelum menonton filmnya. Selubungi pesawat TV atau taruh dalam
lemari berpintu agar menjauhkan keinginan anak untuk menonton. Kita
tak bisa melarang kalau kita sendiri melakukan. Jika TV menyala,
seleksilah acaranya dan tontonlah bersama sehingga Anda bisa
bercerita apa yang sedang Anda tonton. Nyalakan lampu ruangan untuk
menambah sumber cahaya lain. Buat rencana keluar, misalnya ke taman,
kebun, atau pantai, sehabis menonton.
2. Bacakan buku dan dongengkan cerita sesering mungkin. Anak-
anak juga suka mendengarkan cerita tentang kehidupan kita waktu
kecil. Menjelang tidur atau saat di kendaraan adalah saat yang baik
untuk mendongeng. Bercerita membantu merangsang kemampuannya
berimajinasi.
3. Ajaklah anak mengenal alam. Alam merupakan guru terbaik
untuk belajar kesabaran, kegembiraan, pesona, dan observasi. Warna
alam sungguh luar biasa dan seluruh pancaindera dirangsang. Anak
zaman sekarang mengira, alam itu membosankan sebab mereka terbiasa
dengan gambar-gambar yang bergerak cepat dan action yang sudah
dikemas TV. Belajar itu melibatkan seluruh pancaindera, dan
informasi sampai kepada kita dengan cara sedemikian hingga otak
pikir dapat menyerapnya. Alam itu realitas, televisi itu realitas
semu.
4. Jagalah indera mereka. Lingkungan kita memberikan rangsangan
yang berlebihan terhadap pancaindera. Apa yang dilihat, didengar,
dicium, dirasakan, dan disentuh oleh anak sangat penting bagi
perkembangan dirinya. Lingkupi anak dengan keindahan, kebaikan, dan
kebenaran. Bagaimana anak mengalami dunia ini sangat berpengaruh
terhadap bagaimana ia merasakan dunia ini ketika remaja dan dewasa.
5. Biarkan anak menggunakan tangan, kaki, atau seluruh tubuhnya
untuk melakukan aktivitas tertentu. Semua kegiatan luar ruang
seperti lari, melompat, memanjat, lompat tali, dan lainnya membantu
mengembangkan gerakan motorik kasar dan mielinasi. Melakukan
pekerjaan rumah tangga, memasak, bikin kue, merenda, menukang kayu,
origami, bermain gitar, piano, melukis, menggambar, dan mewarnai
membantu mengembangkan gerakan motorik halus dan mielinasi.
Shocked!
Tengkyu buat
mba vie yg udah invite'in sayah kesini. Sedih ya kita2 buat yg punya rumah di komplek
perumahan digisentra, kemaren2 sempet nge-gembel :P *termasuk sayah* :P Well, aku pikir complain dari
mba ika udah cukup utk mewakili ratapan hati saya dan teman2 yg lain yg tinggal dikomplek ituh... *kek bahasa demo sih ya* hueheuhe....
*nungguin uyet.com bisa dipake lagi* :(
NGETES = TESNGE? by Tuteh
Sumpeh, demi nama Tuteh! Saya ga tau harus ngeposting apaan di sini .. ya udah, saya kasih titel ngetes = tesnge aja deh, karena memang saya cuman ngetes kok :P Tau kan ngetes artinya apa? Mencoba sesuatu gitu *gut, pada ngerti* apa bedanya ngetes apa tesnge cobak :P pada ga tau kan? yeeee padahal gampang kok! ngetes itu terdiri dari en ge e te e es! sedangkan tesnge terdiri tadi te e es en ge e! gampang kan? :PP *ngacirrrr dikejar mami vi3 pakek pentungan :P* la la la ....
**Test** (posting by vi3)
test dulu ya... ini blog rame-rame-nya Blogger Family...